Dibalik Kekayaan Umar bin Khattab

Dibalik Kekayaan Umar bin Khattab - Menjadi kaya raya merupakan impian dari setiap umat manusia yang ada di dunia ini. Begitu juga dengan Sahabat Rasullullah SAW, Umar bin Khattab. Pada Zaman keemasan Islam (khoirul qurun), para sahabat menjadi penguasa kekayaan dengan hanya mengabdi kepada Sang Pencipta.

Kekayaan, Umar bin Khattab, Bisniss, Evogood
Ilustrasi google.com


Ciri-ciri mereka dalam mencari kekayaan sangat terlihat pada keteguhan dan kegigihan dalam memproduksi, akan tetapi sangat berhemat dalam mengkonsumsi. Jadi, Besar Produksi Kecil Konsumsi - Bukan Besar Konsumsi Kecil Produksi. Dengan kata lain, Memproduksi sebesar-besarnya dan mengkonsumsi seperlunya saja dan mendistribusikan seluas-luasnya.

Sejarah telah mencatat bahwa Umar bin Khattab wafat dengan meninggalkan ladang sebanyak 70.000 unit, yang harga rata-ratanya berkisar Rp160 juta. Berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp11,2 Trilliun. Satu Ladang Umar, dapat mencapai penghasilan sekitar Rp40 juta disetiap tahunya. Dengan kata lain, Umar mendapatkan Passive Income sebanyak Rp2,8 Trilliun setiap tahunya. (sumber:fikih Ekonomi Umar, Hal 47 & 99, dengan konversi dinar Rp1,2 Juta).


EmoticonEmoticon