Air Mata Sang Pereda Sakit dan Emosi

Evogood.com - Air Mata Sang Pereda Sakit dan Emosi. Pada saat kita mendapatkan berita buruk atau sedang berduka, seringkali kita menangis. Ketika kita terluka atau terjatuh, kita merasakan kesakitan dan pada akhirnya air mata pun keluar. Tidak hanya itu, film-film bernuansa melow dapat juga memaksa kita untuk mengeluarkan air mata. Terkadang berita bahagia pun dapat membuat kita mengeluarkan air mata. Banyak pria menolak untuk mengeluarkan air mata dengan berbagai macam alasan, beda halnya dengan wanita. Bagi pria, menangis merupakan hal yang memalukan, apa lagi menangis di tempat umum. Tapi jangan salah, menangis itu baik bagi kesehatan kita lho. Ketika kita menangis, air mata yang merupakan kombinasi dari air, protein, lemak, dan gula, keluar dari mata. Menangis juga meningkatkan hormon leusin-enkhepalin dan prolaktin. 

Air Mata Sang Pereda Sakit dan Emosi

Kedua hormon tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Hormon luisen-enkhepalin berfungsi sebagai pereda dari rasa sakit, sedangkan hormon prolaktin berfungsi sebagai pereda emosi. Sangat jelas, peran dari kedua hormon tersebut sangat berguna bagi kita terutama dalam masalah kesehatan. Itulah yang menjadi penyebab, mengapa setelah menangis hati kita menjadi tenang, merasa lega, dan terkadang sakit yang kita rasa juga berkurang.

Air mata yang keluar, memiliki fungsi sebagai antibakteri alami tubuh kita. Di dalam air mata terkandung lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95% bakteri-bakteri yang menempel hanya dalam waktu Lima menit. Kelembaban mata pun akan meningkat sehingga dapat mengurangi resiko pandangan yang mudah kabur. Menangis juga dapat mengobati tekanan yang dialami penderita sinusitis. Maka dari itu, menangis merupakan proses yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.