Perihnya Nasib Rohingya

Evogood.com Ribuan pengungsi "Rohingya" dan Bangladesh berhasil diselamatkan oleh negara indonesia yang mana sebelumnya rombongan kaum Rohingya ini telah ditolak keberadaanya di myanmar dan malaysia karena negara tersebut tidak menginginkan kehadiran kaum rohingya yang tak dianggap oleh negaranya sendiri ini . Di perkirakan sekitar 3.100 orang sudah mendarat dan di selamatkan,tetapi masih sulit memastikan berapa banyak orang yang masih terkatung-katung di tengah lautan.Perkiraan awal pemerintah ada 8.000 orang pengungsi jadi pemerintah memperkirakan masih sedikitnya 5.000 orang pengungsi lainya yang masih berada dilaut yang pasti mereka sedang butuh banyak bantuan. Mereka diungsikan di Aceh yang mana pengungsi ini diangkut dengan berbagai jenis kapal,tetapi sindikat penyelundupan manusia ini sering menggunakan kapal nelayan.Kalau kapalnya besar,orang-orang dijejal penuh sesak dalam lambung kapal.



Perihnya Nasib Rohingya


Pemerintahpun mendengar cerita bahwa mereka dipukuli, kalau berdiri. Fasilitas mandi dan kamar kecil terbatas, pasokan makanan minim.Persediaan air minum sering terkontaminasi dengan kotoran manusia. Kalau sakit di tengah laut, mereka akan mengalami dehidrasi dengan cepat. Banyak pengungsi kekurangan vitamin dan menderita beri-beri.

Kasus yang paling drastis, mereka kurus kering, lemah dan tidak mampu lagi berjalan. Seperti mayat hidup. 40 persen pengungsi menderita kekurangan gizi. Jadi, semakin lama mereka di tengah laut, kondisinya semakin buruk.

Pemerintah  mengimbau otoritas setempat untuk lebih dulu fokus menyelamatkan nyawa. Hanya sedikit pengungsi yang berhasil mendekat ke pantai. Sebagian besar masih ada di tengah laut, Jadi perlu upaya pencarian dan penyelamatan.Dan pemerintah indonesia harap bisa dibangun tempat-tempat penampungan darurat dengan fasilitas khusus untuk kondisi darurat. Tapi yang paling penting saat ini adalah menyelamatkan nyawa

Walaupun mereka sudah ada yang sampai dan tinggal di Aceh tetapi kaum ini sangat bingung karena banyak sekali isu yang terdengar bahwasanya mereka akan diusir kembali oleh negara indonesia dan mereka pun sudah putus asa karena seperti sudah tak dianggap sebagai manusia yang tak layak hidup di bumi ini lagi.