Dari Mana ISIS Mendapat Uang? Hal Mengerikan Ini Salah Satunya

Dari Mana ISIS Mendapat Uang? Hal Mengerikan Ini Salah Satunya - Pembantaian, penghancuran benda-benda bersejarah, pemerkosaan, penjualan manusia, penculikan. Tak segan-segan diperbuat oleh ISIS tanpa memedulikan apapun nasib orang lain. Kecaman habis-habisan dari berbagai pihak di seluruh dunia mulai dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, hingga PBB tidak mereka hiraukan. Bahkan, jaringan ISIS semakin luas hingga keluar Irak dan Suriah berkat kampanye besar-besaran yang mereka lakukan dan janji-janji materi yang mereka tebar di media untuk mencari para pejuang baru dari seluruh dunia.

Pernahkah terlintas dipikiranmu, dari mana ISIS mendapatkan uang untuk semua itu? Mulai dari kampanye besar-besaran, hingga kompensasi yang mereka berikan untuk para pejuang, bahkan untuk membeli peralatan perang dan rasum mereka membutuhkan biaya yang banyak.

Berbagai sumber mengatakan ISIS mendapatkan kucuran dana dari beberapa tokoh masyarakat dan beberapa organisasi besar yang mendukung mereka. Dukungan luas yang mereka miliki tentunya akan membuka cukup banyak sumber dana untuk membiayai operasi kejam mereka. Tapi sebuah fakta yang baru terungkap mengenai sumber dana ISIS yang akan membuatmu kehabisan kata-kata.

Dari Mana ISIS Mendapat Uang? Hal Mengerikan Ini Salah Satunya


ISIS diduga kuat menjual organ-organ tubuh para tawanan mereka untuk dijadikan sumber dana. Saat menyerang suatu wilayah, para pejuang ISIS memang memiliki kebiasaan menculik banyak tawanan untuk mereka bawa ke markas, terutama pada anak-anak gadis. Lebih khusus lagi, kebanyakan tawanan mereka berasal dari kelompok Yazidi, kaum minoritas di Suriah.

Selama ini, para gadis-gadis dikabarkan dijadikan budak seks dan dijual kepada para sesama pejuang ISIS. Tapi laporan terbaru dari Middle East Media Research Institute menunjukkan bukti-bukti kuat bahwa ISIS bisa saja menjual organ-organ tawanannya di pasar gelap untuk sebagai sumber dana.

Sementara itu, pemerkosaan dan penjualan gadis-gadis dan anak perempuan masih tetap berlanjut di kawasan-kawasan yang ISIS kuasai.