Indonesia Terancam Bangkrut! Al-Quran Punya Penjelasannya

Perang mata uang ialah dimana kondisi di masing-masing negara sengaja melemahkan mata uangnya terhadap mata uang negara lain, tujuannya untuk mempermudah ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan. Kini kondisi global sedang mengalami fenomena penguatan dolar AS, menyebabkan terjadinya depresiasi nilai mata uang di berbagai negara-negara berkembang yang menimbulkan risiko dalam jangka panjang. Isu Currency War yang beredar pada akhir-akhir ini banyak membuat takut masyarakyat jika hal ini benar-benar terjadi di Indonesia. Tidak cuma itu saja, baru-baru ini tersebar pesan di grup Whatsapp tentang gonjang-ganjing ekonomi dunia. Setelah Yunani bangkrut, Puerto Rico juga menyatakan dirinya bangkrut, karena tak mampu lagi untuk membayar hutang, berikutnya Indonesia. Begini isinya :

Indonesia Terancam Bangkrut! Al-Quran Punya Penjelasannya Evogood.com

Indonesia Di Ujung Tanduk
Pemerintah Yunani dengan resmi menyatakan yunani sebagai negara bangkrut. Maknanya, negara ini tak mampu lagi membayar hutang-hutangnya yang menumpuk. Hutang Yunani terhadap sejumlah negara dan lembaga kreditor yaitu 316 Euro atau setara dengan Rp 4.740 triliun.

Berikut adalah negara-negara yang masuk dalam daftar negara yang tidak mampu membayar hutang dan terancam menjadi negara bangkrut : Venezuela, Mesir, Ekuador, Pakistan, Timor Leste, Indonesia, Portugal, Spanyol, dan Italia.

Isu ini sontak menjadi perbincangan di berbagai kalangan, mulai dari obrolan warung kopi hingga pejabat tingkat tinggi. Berikut ialah tanggapan dari salah seorang netter bernama abdul yang menanggapi perihal bangkrutnya Indonesia.

Indonesia Terancam Bangkrut! Al-Quran Punya Penjelasannya

Indonesia bangkrut salah siapa ?
Berikut uang yang sama-sama berwarna merah, yang satu itu 10 Euro dan yang satunya 100.000 Rupiah. 10 Euro nol nya hanya satu, dan 100.000 Rupiah itu nol nya ada lima. Kalau bandingkan 10 dengan 100.000 seharusnya banyakan mana ? jelas banyakan 100.000. Tapi uang 10 itu kalau kita tukarkan, ternyata lebih besar 10. 10 itu kalau ditukarkan ke rupiah hampir 150.000 rupiah. Dan ternyata gara-gara masalah uang kertas kayak gini, Indonesia yang sebenarnya kaya raya, itu bisa bangkrut..krut..krut.. karena dijajah uang seperti ini.

Kalau dulu Indonesia dijajah Belanda menggunakan pasukan, kapal perang, serta persenjataan, Dan setelah menang, Belanda baru bisa ngeruk kekayaan alam. Tapi sekarang itu nggak perlu menggunakan pasukan. Untuk bisa mengeruk kekayaan Indonesia itu cukup menggunakan uang kertas. Kalo dilihat sekarang ini kan Rupiah jatuh terus,  sekarang 1 dollar sudah mencapai 13.552, anjlok terus. Kenapa ?

Sebenernya yang membuat rupiah itu anjlok atau bangkit itu tergantung sedikit atau banyaknya uang seperti ini (euro, dollar, dll) di Indonesia. Kalau rupiah sekarang itu merosot, karena uang kayak gini itu keluar dari Indonesia.

Sesuai dengan hukum pasar, kalo jumlah dollar atau euro yang ada di Indonesia itu sedikit, harganya jadi mahal, rupiah jadi murah. Sama juga kayak beras, beras itu kalo banyak jadi murah, kalo sedikit jadi mahal.

Jadi yang membuat rupiah jatuh itu karena dollar banyak keluar.
Nah jadi kalau ingin rupiah menguat lagi caranya bagaimana ? Caranya dollar harus ‘dipanggil’ lagi. Maksudnya bagaimana ? Kita bisa ‘manggil’ dollar atau euro dengan cara mengekspor Sumber Daya Alam (SDA) kita. Gak bakal bisa kalo kita tukar dengan rupiah kita. Rupiah ini nggak laku di luar negeri.

Jadi kita harus mengekspor minyak, kayu, emas, gas, batubara, dsb dan itu ditukar dengan kertas-kertas yang ini nyetak nya itu nggak pakai biaya besar. Satu lembar itu nyetaknya hanya 4 sen dollar. Kalo dollar saat ini sekitar 13.552 rupiah, maka 4 sen dollar sekitar 552 rupiah. Amerika itu kalau nyetak 1 dollar, itu langsung untung 12.700 rupiah, kalo yang ditulis itu 100 dollar, itu nilainya lebih dari 1,3 juta, biaya nyetaknya itu gak sampai 600 rupiah. Alhasil kertas yang dicetak ini nantinya menentukan jatuh bangunnya rupiah.

Kalau mau rupiah menguat, kita harus menguras kekayaan alam untuk memasukkan dollar-dollar yang nggak ada harganya sama sekali. Dan ‘hebatnya’ Indonesia ini mau-mau aja kekayaan alamnya yang luar biasa ditukar hanya dengan kertas. Kenapa ini bisa terjadi ?

Ini disebabkan karena Indonesia sudah melanggar Al-Qur’an. Loh kok bisa begitu ? Kaitannya gimana kok bisa menyimpulkan seperti itu.

Jadi dalam Al-Qur’an sudah sejak lama menyebutkan:
“…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahulah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang pedih” (QS At Taubah 9:34)

Jadi maksudnya apa ? Emas dan perak itu tidak boleh disimpan, itu harus beredar menjadi mata uang. Kalau umat islam tidak mau pakai mata uang emas dan perak, kita bisa dijajah dengan kertas. Jaman Rasul pun dulu pakai mata uang emas dan perak (dinar dan dirham). Makanya mata uang seperti itu sesuai AL-Qur’an, itu sebenarnya mata uang yang adil untuk semua, tidak hanya untuk umat islam saja.

Misalnya, Amerika butuh minyak, Silakan impor dari Indonesia. Kita boleh ekspor minyak ke Amerika syaratnya apa ? Jangan ditukar dengan kertas! Itu mendzolimi kita. Sebaliknya kalau ekspor minyak dan diganti dengan emas, ini akan lebih adil. Kalau kita mau beli pesawat ke Amerika juga silakan, tapi kita juga membelinya jangan pakai kertas, ini juga bisa mendzolimi.

Makanya Al-Qur’an mengatakan “la tadzlimuna wa la tudzlamun” (Jangan mendzolimi dan Jangan sampai didzolimi). Makanya kalau bukan pakai mata uang Al-Qur’an pasti ada pihak yang didzolimi, dalam hal ini adalah Indonesia.

Jadi, mengapa kita bangkrut, padahal kaya raya ? Hanya karena dijajah oleh kertas dan tidak manut sama Al-Qur’an (Syariah Allah). Wallahu a’lam bis shawwab

Jadi menurut anda kalau Indonesia sampai bangkrut itu salah siapa ?