Kisah Dramatis Hakim Vonis Mati 3 Putranya

Kedalilan dan kebenaran harus ditegakan, prinsip kuat dari hakim Kailani walaupun harus memvonis mati 3 putranya sendiri. Dia bahkan mengancam akan mengeksekusi putranya sendiri apabila tidak ada yang berani melakukannya.

Salah satu kisah yang mengharukan terjadi di dunia peradilan adalah hakim yang berani menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap putranya sendiri. Yang lebih dramatisnya, putra yang dihukum mati itu tidak hanya satu orang saja, melainkan tiga anak sekaligus.

Muhammad Muhammadi Kailani, seorang hakim agung dan mantan Ketua Mahkamah Agung dari negara Iran, yang berani melakukan hal tersebut.

Kisah Dramatis Hakim Vonis Mati 3 Putranya

Kailani memvonis mati 3 putranya karena terlibat dalam organisasi "Mujahidi Khalq" yang sangat menentang revolusi Islam di Iran.

Coba anda bayangkan, bagaimana bisa seorang ayah begitu teganya menjatuhkan vonis mati terhadap putranya sendiri. Tapi menurut Kailani, hukum dan keadilan di atas segala-segalanya!

Para algojo yang akan mengeksekusi mati tiga putranya merasa sangat keberatan karena rasa hormatnya terhadap Kailani. Kailani terus bersikeras bahwa hukuman harus ditegakkan. Bahkan dia tak segan-segan mengatakan jika mereka enggan melakukan eksekusi ini, dia sendiri yang akan melakukan eksekusi tersebut.

Satu tahun berlalu Kailani meninggal dunia dan meninggalkan kisah dramatis yang tak akan terlupakan dalam sejarah dunia peradilan. Kepergian tokoh pengadil ini menjadi hari belasungkawa yang diperingati kota Qum dan seluruh wilayah Iran.

Di hari wafatnya, surat-surat kabar menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dan mencatat kembali sejarah eksekusi monumental tersebut.