5 Fakta Yang Membuatmu Berpikir Berulang Kali Untuk Berenang di Tempat Umum

Evogood.com Ini liburan kawan,weekend ini kamu manfaatin dengan apa ? Berenang kah ? Jika berenang kami akan memberikan info sedikit tentang yang berkaitan dengan berenang.Hampir semua orang suka berenang, apalagi anak-anak pasti suka banget berenang, tapi kalau kalian mau berenang di tempat umum sebaiknya hati-hati, Jangan semua kolam renang kalian ceburin. Karena kolam yang senantiasa terlihat bersih dan jernih ternyata nggak seperti yang kamu lihat.

Coba cek fakta-fakta dibawah ini


1. 1 dari 5 orang buang air kecil di kolam
 
 
 
Melalui survei oleh CDC terhadap 1000 orang dewasa, menemukan bahwa 20 persen di antaranya mengaku pernah buang air kecil di kolam renang. Masih berani buka mulut di kolam? 


2. Ada kotoran manusia di kolam renang



Melalui penelitian sejumlah filter kolam, CDC menemukan bahwa 58 persen sampel positif terkontaminasi E. Coli, bakteri yang ditemukan dalam kotoran manusia. Rata-rata manusia membawa 14 gram kotoran di di dalam pencernaan mereka saat masuk kolam yang dapat terkontaminasi di dalam air. Kalian bisa menghitung sendiri kelanjutannya jika kolam renang mendapatkan 100 pengunjung dalam satu hari. 

3. Semakin kuat aroma kaporit, semakin kotor kolam



Bau kolam renang yang selama ini kita sebut “bau kaporit” sesungguhnya merupakan hasil dari bercampurnya klorin dengan keringat, air kencing, dan berbagai cairan tubuh manusia lainnya. Kolam yang bersih seharusnya hampir tidak berbau. 


4. Bukan klorin yang membuat mata Anda perih



Saat masuk kolam renang tanpa kacamata renang, mata kita umumnya akan terasa perih dan memerah. Itu bukan karena, melainkan klorin bercampur dengan air kencing dan partikel kotoran manusia. 



5. Klorin tidak membunuh semua bakteri, bahkan ada bakteri yang tahan klorin




Salah satu bakteri yang bisa bertahan hidup di klorin adalah pinworm, sejenis cacing penyebab masalah pencernaan. Bakteria Cryptosporidium bahkan bisa hidup dalam kolam dan bak air panas selama 10 hari, dan bisa mengakibatkan penyakit pencernaan serius jika tertelan. 


Sumber : Penelitian CDC