Keren gan!, di Kota ini Eskalator Jadi Alat Transportasi Utama.

Umumnya di berbagai Negara termasuk Indonesia pusat perbelanjaan yang memiliki lebih dari satu lantai pasti menyediakan tangga berjalan atau eskalator. Namun tidak untuk di kota yang satu ini. Tepatnya di Medellin sebuah kota yang berada di Kolombia Utara menggunakan eskalator sebagai alat transportasi utama bagi para warganya. Entah hal ini dalah sebuah inovasi atau solusi, yang jelas dengan fungsinya yang tidak hanya untuk mempermudah saat kita berbelanja, eskalator berhasil mengubah kehidupan warga sekitar yang dulunya terkenal sebagai salah satu kota paling berbahaya di dunia.

Keren gan!, di Kota ini Eskalator Jadi Alat Transportasi Utama.

Pada tahun 1980 dan 1990-an, Medellin sangat identik dengan kemiskinan dan mewabahnya kekerasan antar-pengedar narkoba dan kelompok-kelompok paramiliter. Oleh karena itu kota tersebut di cap sebagai salah satu kota yang berbahaya sehingga dikucilkan oleh sebagian besar masyarakat. 

Dibalik kelamnya masa lalu,  Madellin berhasil menjadi kota yang penuh warna bahkan sekarang kota terbesar di kolumbia itu menjadi daerah metropolitan yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di Amerika Latin. Tata kota berdaya cipta menjadi visi dan misi Madellin untuk meraih kesuksesan dalam perubahan yang lebih baik.

Lalu, bagaimana para warga menjadi eskalator sebagai alat transportasi utama di Madellin ? Bila kita kembali di masa kelam kota Madellin, kita akan menemukan sebuah bangunan peninggalan dari gerilyawan dan para pengedar narkoba yang berupa benteng dan terkenal dengan nama Comuna 13. 

Keren gan!, di Kota ini Eskalator Jadi Alat Transportasi Utama.

Sebelum mencapai benteng tersebut, warga Madellin harus mendaki jalan curam yang tingginya setara dengan 28 lantai. Kondisi jalan yang seperti itu membuat susahnya mengakses lingkungan miskin sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi tidak merata.

Eskalator yang dibangun menjadi enam bagian di punggung gunung dan dengan panjang 384 meter menjadi harapan dan solusi atas masalah yang dihadapai Kota Madelllin. Berkat adanya eskalator tersebut, warga hanya membutuhkan waktu kurang dari tujuh menit untuk bisa tiba di Comuna 13. 

Tidak sedikit warga yang meragukan project eskalator tersebut. Bagaimana tidak, jalur pembangunan eskalator tepat berada di daerah kawasan para kriminal dan pengedar narkoba.

Dibuka pada tahun 2011, Eskatalor tersebut kini menjadi simbol perdamaian dan kebanggaan di sebuah komunitas yang dulunya identik dengan berbagai perilaku kriminal.